Kalimantan Tengah – Muhammad Raihan, Peneliti Asosiasi Peneliti Studi Kalimantan (APSK Official) mengikuti acara Pelatihan Kebebasan Ekonomi Dan HAM Di Hotel Alltrue 31 Juli – 2 Agustus 2026.
Dengan menghadirkan narasumber, Adinda Tenriangke, Nanang Sunandar, Sukron Hadi di ikuti oleh pendaftar mencapai 24 orang dari berbagai kalangan mulai akademisi, dosen, peneliti, perusahaan, pemerintah, mahasiswa, masyarakat umum dengan antusias yang luar biasa.
Acara ini dibuka oleh Elga dengan penyampaiannya pentingnya kebebasan ekonomi itu penting untuk membangun masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera. ujar Elga
Muhammad Raihan, merasa bersyukur bisa di delegasikan APSK Official dalam kegiatan Pelatihan Kebebasan Ekonomi Dan HAM acara ini membuat Raihan sadar bahwa pentingnya kebebasan ekonomi bukan hanya soal kesempatan untuk bekerja, berusaha, dan berinovasi, tetapi juga harus diiringi dengan penghormatan terhadap hak-hak setiap individu, keadilan, kesetaraan, serta tanggung jawab sosial. Pelatihan ini juga menumbuhkan pemahaman bahwa pembangunan ekonomi yang berkelanjutan hanya dapat terwujud apabila nilai-nilai HAM menjadi landasan dalam setiap kebijakan dan aktivitas ekonomi. Raihan berharap ilmu dan pengalaman yang diperoleh dari pelatihan ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi bekal untuk berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan sejahtera.
Dr. Noorhidayah, S.H.,M.A. selaku Direktur Asosiasi Peneliti Studi Kalimantan (APSK Official) tak lupa menyampaikan mengapresiasi kegiatan kolaborasi kementerian pusat dengan asosiasi peneliti studi kalimantan terlibat langsung dalam kegiatan ini, harapannya ke depan acara kolaborasi lintas sektor ini terus bisa berjalan berkelanjutan guna mencerdaskan kehidupan berbangsa bernegara Aamiin.