Perlawanan Masyarakat Adat terhadap Industri Ekstraktif: Belajar dari Dayak Meratus

Ir. Lulu Nurdini, S.T., M.T (Dosen Fakultas Teknik-Universitas Jenderal Achmad Yani) Bagi masyarakat Dayak Meratus, alam bukan sekadar sumber daya ekonomi, melainkan ibu yang memberi kehidupan dan karena itu wajib dijaga. Pandangan tersebut menjadi dasar kepemimpinan lingkungan yang menekankan jati diri, tanggung jawab kolektif, dan perlindungan ruang hidup. Dalam paparannya, Rubi, S.Pd., M.H. menegaskan bahwa … Read more

APSK Official Perkuat Kapasitas Peneliti melalui Pelatihan Kebebasan Ekonomi dan HAM untuk Mendorong Pembangunan Berkeadilan

Kalimantan Tengah – Muhammad Raihan, Peneliti Asosiasi Peneliti Studi Kalimantan (APSK Official) mengikuti acara Pelatihan Kebebasan Ekonomi Dan HAM Di Hotel Alltrue 31 Juli – 2 Agustus 2026. Dengan menghadirkan narasumber, Adinda Tenriangke, Nanang Sunandar, Sukron Hadi di ikuti  oleh pendaftar mencapai 24 orang dari berbagai kalangan mulai akademisi, dosen, peneliti, perusahaan, pemerintah, mahasiswa, masyarakat … Read more

Belajar Berkata Cukup: Pikukuh Baduy, Punan Batu Benau Sajau, dan Etika Kemajuan

Mohammad Wahyu Agang, S.Hut., MP. (Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan) “Kemajuan tidak hanya diuji dari apa yang berhasil kita bangun, tetapi juga dari apa yang dengan sadar kita putuskan untuk tidak kita rusak.” Zaman kita tidak kekurangan kemampuan. Manusia dapat membelah gunung, mengalihkan sungai, meratakan tanah, mempercepat produksi, dan menghubungkan hampir seluruh dunia melalui … Read more

Agroekologi Nusantara:

Menggali Resiliensi Pangan dari Tatanan Nilai Masyarakat Baduy Ir. Dimas B. Zahrosa, SP. MP. (Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jember) Pikukuh Baduy bukan hanya sekedar cerita rakyat dalam kearifan lokal yang indah, melainkan bentuk konstitusi moral ekologis dan falsafah tata kelola lingkungan yang sangat relevan untuk menangani masalah yang timbul dari krisis agraria. Paradigma pertanian cenderung melihat alam sebagai “faktor … Read more

Mengapa Akademisi Harus Belajar pada Perempuan Adat?

Mengapa Akademisi Harus Belajar pada Perempuan Adat? Pembelajaran Agroforestri dari Perempuan Dayak Meratus Ir. Dimas B. Zahrosa, SP. MP. (Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jember) Perempuan Dayak Meratus bukan sekadar tenaga kerja di ladang, melainkan Pemilik Pengetahuan Lokal (Indigenous Knowledge). Teori permintaan dan teori penawaran yang kita ajarkan dalam bentuk Kurva/Grafik dan teori agroforestri sering kita … Read more

PIKUKUH BADUY: KEARIFAN LOKAL SEBAGAI KOMPAS KEPEMIMPINAN LINGKUNGAN DI TENGAH TANTANGAN MODE

Sasmita Sari SP.MP. (Universitas Abdurachman Saleh Situbondo) Di tengah berbagai masalah seperti lingkungan yang rusak, perubahan iklim, pemanfaatan berlebihan sumber daya alam, serta melemahnya nilai-nilai sosial karena kemajuan teknologi, masyarakat modern sering mencari jawaban dengan menggunakan inovasi ilmiah dan kebijakan resmi. Namun, Indonesia sebenarnya memiliki sumber belajar yang sangat penting, yaitu kearifan lokal dari masyarakat … Read more

BELAJAR DARI MASYARAKAT BADUY: KESEIMBANGAN ALAM SEBAGAI INSPIRASI KEBIJAKAN PERTANIAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA

Djoko Soejono, SP, MP. (Dosen Program Studi Agribisnis Universitas Jember) Sejarah mencatat bahwa tahun 1985, negara kita berhasil mencapai swasembada beras. Maknanya, kondisi ketika Indonesia mampu memenuhi seluruh atau sebagian besar kebutuhan beras masyarakat dari hasil produksi dalam negeri, sehingga tidak bergantung atau hanya sedikit bergantung pada impor beras dari negara lain, dengan kata lain … Read more

Perempuan Dayak Meratus: Menjaga Benih, Menjaga Masa Depan

Mohammad Wahyu Agang, S.Hut., MP. (Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan) Tidak semua pemimpin lingkungan bekerja di kantor, memimpin organisasi, atau berbicara dalam forum resmi. Di Pegunungan Meratus, kepemimpinan juga hadir dalam pekerjaan yang berlangsung dekat dengan tanah: menanam padi, menebar benih, merawat tanaman, mengenali tumbuhan yang masih berguna, menyiapkan pangan, dan memastikan pengetahuan tidak … Read more

Baduy, Lebak–Banten, Indonesia: Menentukan yang Tidak Dapat Dinegosiasikan agar Tatanan Kehidupan Tetap Berlangsung

Adiyono M., ST., M.M. (Legal & Human Capital PT. SHA SOLO Kalimantan Selatan) “Sebuah tatanan kehidupan tidak mulai rapuh ketika aturan dilanggar, melainkan ketika prinsip-prinsip yang semestinya tidak dapat dinegosiasikan perlahan berubah menjadi sekedar pilihan.” Kesepakatan terbesar dalam sebuah komunitas sering kali bukan mengenai apa yang harus dilakukan, melainkan mengenai apa yang tidak lagi layak … Read more

Memaknai Cukup: Seni Berhenti dan Etika Keberlanjutan dari Akar Nusantara

Fadjar Hutomo, S.T.,M.T. (Kementerian Pariwisata) Di tengah pusaran zaman yang mengagungkan pertumbuhan tanpa henti, dunia modern seolah tersengal-sengal mengejar ilusi efisiensi dan keuntungan maksimal. Doktrin ekonomi konvensional menuntut kita untuk selalu melipatgandakan hasil dengan pengorbanan sekecil mungkin, menciptakan perlombaan tanpa garis finis yang lambat laun menggerogoti daya dukung planet ini. Dalam kalkulasi matematis berbasis dividen … Read more