Oleh : Dr. Tomy Michael, S.H., M.H. (Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya)
Kingkong badannya besar tapi aneh kakinya pendek merupakan lirik lagu pujian yang membuat makna lagu hanya bisa dipahami setelah seseorang menjadi dewasa. Artinya orang tersebut mencapai kebebasannya dan tetap menyanyikannya dengan tenang. Sama halnya ketika Indonesia menjadi bagian dari Board of Peace (BoP) maka kekuasaan eksekutif menjadi bayangan dari kekuasaan eksekutif sebenarnya. Indonesia sebagai negara berdaulat tiba-tiba harus mengikuti episode drama dimana kekhawatiran negara muncul karena diciptakan secara terstruktur.
Adanya BoP mengubah seluruh aspek hukum di Indonesia, misalnya pengiriman Tentara Nasional Indonesia, keberlanjutan program dalam negeri hingga bagaimanakah sebaiknya negara menafsirkan menjaga perdamaian abadi di Konstitusi? Kekuasaan dalam ilmu negara klasik muncul karena keinginan untuk memperbesar wilayah yang dimiliki atau sekadar gaya politik dengan menyuruh Tuhan untuk bersuara. BoP mengajarkan kepada masyarakat awam bahwa terdapat perbedaan antara kebutuhan masyarakat dan negara.
Kebutuhan negara yaitu untuk dirinya sendiri dan siapapun yang ada didalamnya. Negara akan mereduksi masukan dari dalam negeri karena dibawah pengaruh BoP. Kita tidak boleh mengelak bahwa Amerika Serikat termasuk negara dengan sistem hukum yang modern. Walaupun demikian tetap terjadi penolakan bahwa Amerika dan Israel saling melengkapi untuk membuat Iran semakin jatuh atau sebaliknya. Kekuasaan yang dikehendaki BoP yaitu masuk pada hak asasi dan hak konstitusional suatu negara. Hak asasi akan memberikan kepastian hukum bagi tenaga kerja atau justru hak konstitusional kita sebagai masyarakat akan terkurangi?
BoP memiliki kemiripan dengan Leviathan bahwa negara akan kuat jika ingin menang. Hal ini menimbulkan ketidaksiapan dari Indonesia karena ada kesepakatan berupa kemajuan perekonomian dan akses yang itu tidak dimiliki oleh negara non BoP. Kekuasaan yang dimiliki oleh Presiden Prabowo Subianto bisa semakin kuat atau semakin lemah. Kuat sebagai relasi walaupun tidak ada jaminan. Selain itu BoP bisa berpeluang menjadi kekuasaan baru di Indonesia. Konstitusi akam direkonstruksi dan tiada lagi hierarkhi norma milik Hans Kelsen. Selain itu BoP akan menghilangkan kekuasaan legislatif sebagai penyeimbang presiden, dan negara teknologi yang terhubung dengan data pribadi.
Sisi baik BoP hanya bisa diteruskan negara anggota tetapi bentuk perpanjangan tangan yang BoP sebetulnya. Sisi baiknya bahwa Indonesia akan aman ketika sudah “meratifikasi” BoP. Ditengah geo politik yang tidak menentu maka keuntungan harus dimaksimalkan.
Bagian akhir dari tulisan ini ingin mendukung Indonesia dalam BoP sebagai wujud kepastian hukum yang tegas. Indonesia tidak boleh meninggalkan Pancasila. Persoalan BoP pada akhirnya akan menormalisasikan bahwa antek asing adalah kebutuhan tersier negara.