Sebelum Penjaga Hutan dan Penjaga Laut Dilupakan Sejarah

Asep Rahman, SKM., M.Kes (Dosen Universitas Sam Ratulangi) Beberapa malam belakangan, di sela-sela waktu senggang yang makin langka, saya sempat ikut larut dalam euforia menonton pertandingan Piala Dunia di televisi. Namun, selain keseruan drama di lapangan hijau itu, serial Avatar di Netflix akhirnya juga jadi pilihan tontonan saya untuk melepas penat. Menonton laga Piala Dunia … Read more

DARI SUNGAI UTIK UNTUK INDONESIA: KEPEMIMPINAN ADAT SEBAGAI PILAR KELESTARIAN LINGKUNGAN

Sasmita Sari SP.MP. (Universitas Abdurachman Saleh Situbondo) Indonesia terkenal sebagai salah satu negara yang memiliki keanekaragaman hayati paling melimpah di dunia. Hutan tropis yang terdapat di seluruh wilayah dari Sumatra sampai Papua berfungsi sebagai tempat tinggal berbagai jenis tumbuhan dan hewan yang hanya bisa ditemukan di Indonesia, sekaligus membantu menjaga keseimbangan iklim di seluruh dunia. … Read more

Kurikulum Semesta Dari Dayak Iban Sungai Utik: Tata Kelola Pelestarian Hutan Adat yang Ilmiah dan Teruji

Ir. Dimas B. Zahrosa, SP. MP. (Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jember) Bagi masyarakat Dayak Iban Sungai Utik, hutan adalah sumber kehidupan yang suci, bukan sekumpulan pohon atau komoditas ekonomi. Pepatah yang terkenal Tanah merupakan ibu kita, hutan merupakan bapak kita, dan air merupakan darah kita. Filosofi ini mendasari cara mereka mengelola wilayah adat dan sebagian … Read more

Hutan Adat Bukan Sisa Masa Lalu: Etika Lingkungan Dayak Iban Sungai Utik dan Masa Depan Kalimantan

Mohammad Wahyu Agang, S.Hut., MP. (Dosen Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan) “Manusia sering mengetahui akibat suatu tindakan, tetapi tetap melakukannya, krisis lingkungan merupakan krisis kemampuan membatasi diri.” Ada masa ketika kemajuan diukur dari seberapa cepat manusia dapat mengubah alam. Hutan dibuka, sungai dibendung, tanah digali, dan bentang alam disusun ulang agar sesuai dengan kepentingan produksi. … Read more

Menjaga Mata Air Pariwisata: Manifesto Regeneratif untuk Ekowisata Berbasis Komunitas

Fadjar Hutomo, S.T.,M.T. (Kementerian Pariwisata) Untaian filosofi Masyarakat Hukum Adat Dayak Iban Menua Sungai Utik di Desa Batu Lintang, “Lebih baik menjaga mata air, dari pada meneteskan air mata,” memuat kedalaman maknawi yang melampaui sekat-sekat konservasi konvensional. Ungkapan ini merupakan sebuah komparasi kritis sekaligus manifesto fundamental bagi arah kepariwisataan nasional masa kini, yang tengah berupaya … Read more

MEMBUKA MATA HATI PEMERINTAH: MENYEIMBANGKAN EKSPLOITASI SUMBERDAYA ALAM DAN HAK KOMUNITAS DAYAK IBAN

Djoko Soejono, SP, MP. (Dosen Program Studi Agribisnis Universitas Jember) Patut bersyukur pada sang pencipta, negara kita Indonesia dikaruniai hutan tropis yang luas dan kaya akan sumber daya alam. Dimana, keberadaan potensi sumberdaya alam, bisa dipandang dari 2 (dua) aspek, yaitu: (1) Ekonomi, dimana sumber daya alam menjadi bahan baku bagi berbagai sektor industri, menciptakan … Read more

Ketika Hutan Tidak Lagi Dipandang sebagai Komoditas: Refleksi Agribisnis dari Ammatoa Kajang

Mohammad Wahyu Agang, S.Hut., MP. (Dosen Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Borneo Tarakan) Di ruang-ruang kuliah Agribisnis, kami terbiasa membicarakan produksi, produktivitas, efisiensi, harga, keuntungan, daya saing, dan nilai tambah. Berbagai konsep tersebut penting karena usaha pertanian memang harus mampu menghidupi petani dan keluarganya. Namun, di balik kecermatan menghitung manfaat ekonomi, terdapat satu pertanyaan … Read more

Ketika Kepercayaan Bertahan Melampaui Kekuasaan: Belajar dari Masyarakat Adat Dayak Iban Sungai Utik, Kalimantan Barat

Adiyono M., ST., M.M., (Praksi dan pemerha di bidang Human Capital, Legal, Tax, Corporate Governance, dan Sustainability) “Pengakuan dapat diberikan melalui keputusan, tetapi kepercayaan hanya lahir dari konsistensiyang diwariskan lintas generasi.” Ada banyak komunitas yang mampu membangun sesuatu. Namun, hanya sedikit yang mampu mempertahankannya ketika generasi berganti, kekuasaan berubah, dan zaman terus bergerak. Barangkali, ukuran … Read more

Menakar Titik Temu Pengelolaan Hutan, Tambang, dan Kesehatan di Bumi Nyiur Melambai

Asep Rahman, SKM., M.Kes. (Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi) Hutan bukan sekadar hamparan pohon yang terhampar luas dari puncak gunung hingga batas pesisir. Bagi seorang saya, seorang akademisi di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi sekaligus praktisi sosial di Yayasan Bina Lentera Insan, saya sangat percaya hutan sebagai sebuah sistem penopang kehidupan yang … Read more

Pasang ri Kajang sebagai Tafsir Lokal atas Konsep Khalifah fil Ardh

Desty Putri Hanifah, M. Pd. (Universitas Sains Al-Quran) Data Kementerian Kehutanan mencatat deforestasi netto Indonesia pada 2024 mencapai 175,4 ribu hektare, hasil dari deforestasi bruto 216,2 ribu hektare dikurangi reforestasi seluas 40,8 ribu hectare (Kementerian Kehutanan RI, 2025). Angka itu bahkan dianggap terlalu optimistis oleh lembaga pemantau independen Auriga Nusantara, yang mencatat kehilangan hutan sebesar … Read more