Pancasila, Degradasi Lingkungan dan Paradigma Alternatif

Ir. Mohammad Muttaqin Azikin, S.T., IPM (* Pemerhati Tata Ruang dan Lingkungan Hidup pada Ma’REFAT INSTITUTE (Makassar Research for Advance Transformation) Sulawesi Selatan serta Pembelajar Pengelolaan Lingkungan Hidup (PLH) di Sekolah Pascasarjana UNHAS Makassar) Pada setiap awal bulan Juni, kita memiliki dua momentum yang sangat penting. Yakni, Hari lahirnya Pancasila pada tanggal 1 Juni serta … Read more

Akuntabilitas Komunikasi Dalam Manajemen Bencana dan Krisis Lingkungan

Oleh : Muchamad Yuliyanto, S.Sos., M.Si. (FISIP Undip Semarang, Pemerhati dan Peneliti Dinamika Sosial Politik, Demokrasi dan Pembangunan Daerah di Wilayah Jawa Tengah) Sejak awal  2026 beberapa wilayah Indonesia  dilanda  banjir bandang seperti  Sumatra Barat, Sumut dan Aceh kemudian Sulawes Utara, Bali, Jatim, Jakarta, Bekasi, Cilacap, Pantura Jateng hingga Papua juga mengalami bencana lain yakni; banjir … Read more

Restorasi Mangrove Parigi Moutong: Benteng Terakhir Ekologis Teluk Tomini

Oleh: Ahmad Rifangi, S.Pd (Pegiat Lingkungan Hutan Mangrove) Teluk Tomini, dengan segala kemegahan bawah air dan posisinya sebagai salah satu teluk terbesar di garis khatulistiwa, sedang menghadapi ujian zaman yang tidak ringan. Di tengah ancaman krisis iklim global, kenaikan permukaan air laut, dan degradasi lingkungan akibat aktivitas manusia, wilayah pesisir Parigi Moutong kini berdiri di … Read more

Ekoteologi dari Pesisir: Mengapa Kerusakan Morowali Adalah Krisis Spiritual Kita

Oleh: Syahril Rahman, S.Kom.I., M.Ag., C.RP (Direktur KALAM kajian Literasi dan Agama Modern) Pagi di pesisir Sulawesi Tengah kini tak lagi selalu membawa aroma payau yang segar, melainkan debu kemerahan yang menempel di jendela-jendela rumah warga. Morowali, yang dahulu adalah simfoni hijau hutan hujan dan biru kristal lautan, kini perlahan berubah menjadi altar persembahan bagi … Read more

Otoritarianisme Adaptif dan Suara Sipil: Membaca Lanskap Kontemporer Timur Tengah

Oleh Desy Marianda Arwinda, S.Pd., (Founder Catch Climate Up dan Delegasi Republik Indonesia di COP29 UNFCCC, Baku, Azerbaijan) The world is not divided between East and West. You are American, I am Iranian, we don’t know each other, but we talk and we understand each other perfectly. The difference between you and your government is … Read more

Perempuan di Pusaran Pangan: Meneguhkan Resiliensi, Menegosiasi Ulang Relasi Kuasa

Elis Nurhayati, S.Ag., M.Hum., M.P.P. Pendiri Daya Data Komunitas & Peneliti Riset Estungkara Kemitraan Di Indonesia, tak ada yang lebih politis daripada urusan perut. Presiden datang dan pergi, tetapi pangan tetap menjadi agenda besar negeri ini. Soekarno pernah mengingatkan dengan lantang: “Stomach cannot wait!”. Kalimat yang sederhana namun mengandung pesan kuat: lapar dapat mengguncang negara, … Read more

Ekofeminisme dan Pembangunan

Oleh: AMINUDDIN, S.Pd., M.M., Ph.D. Universitas Pejuang Republik Indonesia Makassar Short course Certified of Enviromental Management Leadership (C.EML) batch 5 yang dilaksanakan oleh Assosiasi Peneliti Studi Kalimantan, dimulai pada hari Sabtu tanggal 1 November 2025 memberi pengalaman berarti buat saya yang baru pertama kali mengenali apa itu ekofeminisme. Pemateri pertama Ibu Irene Natalia Lambung dari Universitas Palangkaraya … Read more

Perempuan di Garda Depan Kepemimpinan Lingkungan Berkelanjutan

Oleh: Rina Sahfitri, S.E. UIN Antasari Banjarmasin Dalam wacana pembangunan berkelanjutan, sering kali perempuan hanya ditempatkan sebagai “korban” perubahan iklim bukan sebagai pemimpin yang berdaya. Padahal, pengalaman dan kearifan perempuan dalam mengelola sumber daya alam justru menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Karena dalam kedekatan ini, perempuan lebih peka terhadap perubahan lingkungan sekitar, menjadikan … Read more

Dari Pengendalian ke Pemanfaatan: Paradigma Baru Pengelolaan Gulma di Indonesia

Oleh: Andi Ashari, S.Kom. MTA, C.EML, CCSME. Praktisi Lapangan – Program Desa Devisa (UNIVERSITAS ISLAM MAKASSAR) Dalam sistem pertanian konvensional, gulma sering di anggap sebagai musuh utama tanaman dikarenakan dapat mengaggu pertumbuhan dan bersaing dalam memperebutkan unsur hara, air, cahaya, dan ruang tumbuh. Pandangan ini melahirkan pendekatan untuk memberantasnya dengan sebutan “pengendalian gulma”, baik secara kimiawi, mekanis, … Read more

Ekofeminisme dan Kepemimpinan Lingkungan: Krisis Pangan Adalah Krisis Keadilan Gender

Oleh Elis Nurhayati, Pendiri Daya Data Komunitas & Peneliti Riset Estungkara Kemitraan Sesi perdana Short Course Certified of Environmental Management Leadership (C.EML)Batch 5, yang diselenggarakan oleh Asosiasi Peneliti Studi Kalimantan (APSKAL) pada 1November 2025, menghadirkan Irene Natalia Lambung, Ketua Badan Eksekutif KomunitasSolidaritas Perempuan Mamut Menteng (SPMM) dari Universitas Palangka Raya. Dengantema “Ekofeminisme dan Kepemimpinan Lingkungan … Read more