Harmoni Kosmis Ammatoa Kajang: Episentrum Ekowisata Regeneratif dan Konservasi Berbasis Adat

Madyaningrum – Mahasiswa Kajian Pariwisata UGM Sebagai penggiat konservasi dan praktisi pariwisata yang fokus pada kelestarian ekosistem demi tercapainya sustainable tourism, melihat praktik hidup suku Ammatoa Kajang di Bulukumba, Sulawesi Selatan, memberi pencerahan yang mendasar. Pengakuan Washington Post sebagai salah satu penjaga hutan tropis terbaik di dunia bukan isapan jempol belaka. Suku Kajang tetap teguh … Read more

Menyelimut Bumi, Memitigasi Krisis: Refleksi Kepariwisataan dari Jantung Adat Kajang

Fadjar Hutomo – Kementerian Pariwisata Saat ini, Pemerintah Indonesia tengah meneguhkan komitmen besar untuk mereformasi wajah kepariwisataan nasional. Arah kebijakan kini bergeser secara fundamental: dari pariwisata yang sekadar mengejar angka kunjungan (mass tourism) menuju model pariwisata yang jauh lebih berkualitas dan berkelanjutan, yang berpijak kokoh pada prinsip Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism Development). Langkah strategis … Read more

Refleksi Akademis atas Hutan Adat Ammatoa Kajang: Mengintegrasikan Sains Agriculture dan Spiritualitas Ekologi (Eco-spirituality)

Ir. Dimas B. Zahrosa, SP. MP. (Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jember) Sebagai seorang dosen di Fakultas Pertanian, saya sering kali mendapati bahwa kurikulum akademik kita terlalu berfokus pada pendekatan agroindustri modern seperti hilirisasi produk, intensifikasi lahan, dan penggunaan input kimia yang terkadang mengorbankan kelestarian ekosistem jangka panjang. Materi mengenai Praktek Pengelolaan Hutan Adat Ammatoa Kajang … Read more

Pasang Ri Kajang dari Masyarakat Adat Ammatoa Kajang (Bulukumba, Sulawesi Selatan): Refleksi atas Kepemimpinan Lingkungan di Tengah Krisis Peradaban Modern

Adiyono M.,ST., M.M, M.H. (PT. SHA SOLO Kalsel-Teng /Praktisi Human Capital, Legal, Tax, Corporate Governance, dan Sustainability) Belajar dari sistem pengetahuan masyarakat adat tentang relasi manusia, alam, dan kepemimpinan keberlanjutan “Peradaban tidak runtuh ketika manusia kehilangan sumber daya alam. Peradaban mulai runtuh ketika manusia kehilangan kebijaksanaan untuk membatasi dirinya dalam memanfaatkan alam.” Mengapa Pasang Ri … Read more

MENCERMATI DINAMIKA PENGELOLAAN HUTAN ADAT AMMATOA KAJANG DI TENGAH PERKEMBANGAN MODERNISASI

Djoko Soejono, SP, MP. (Dosen Program Studi Agribisnis Universitas Jember) Bagi Indoensia, keberadaan hutan adat bermakna lebih luas artinya tidak hanya sekedar sebuah kawasan hutan. Masyarakat lokal yang terikat kuat dengan hukum adat selain berfungsi secara ekologis, sosial ekonomi, budaya, juga dari aspek spiritual. Bagi masyarakat lokal, hutan sebagai sumber kehidupan, terutama kebutuhan akan sumber … Read more

MENYELIMUTI BUMI DARI KRISIS IKLIM: SINTESIS EKSISTENSIAL HUKUM ADAT AMMATOA KAJANG DAN DISKURSUS EKOSENTRISME MODERN

Sasmita Sari SP.MP. (Dosen Fakultas Pertanian UNARS Situbondo) Di tengah perburuan krisis iklim yang semakin mengkhawatirkan, para akademisi modern mulai menyadari bahwa pendekatan mengelola lingkungan yang hanya mengandalkan teknologi dan berpandangan manusia pusat yang menganggap alam hanya berdasarkan manfaat ekonominyasudah tidak lagi efektif. Konsep sosiologi lingkungan modern yang dikemukakan oleh para ahli seperti Arne Naess … Read more

Mengapa ilmuwan perlu belajar dari masyarakat adat? Refleksi dari Suku Kajang

Fuad Hilmi Sudasman, S.KM., M.K.M (Pengajar Kesehatan Lingkungan di Universitas Negeri Manado) Sebagai seorang yang mengajar terkait kesehatan lingkungan, saya terbiasa berbicara tentang kualitas air, analisis risiko kesehatan lingkungan, pemetaan spasial, hingga paparan logam berat. Dalam penelitian, kami mengukur, memodelkan, dan memprediksi risiko. Berbagai instrumen ilmiah digunakan untuk menjelaskan hubungan antara aktivitas manusia dan degradasi … Read more

Mendengar Suara dari Ladang Singkong: Mengapa Komunikasi Lebih Penting daripada Regulasi Kaku

Faris Al Fakhoor, S.Sos., M.I.Kom. (Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Kotabumi & Peneliti Rantai Komunikasi Pertanian) Sebagai seseorang yang tumbuh dan mengakar di bumi Kotabumi, Lampung Utara, ladang ubi kayu (singkong) bukan sekadar hamparan tanaman hijau di mata saya. Ia adalah urat nadi kehidupan, tempat di mana harapan para petani digantungkan setiap musimnya. Namun belakangan … Read more

Hutan Kajang, Negara, dan Kesombongan Modernitas

TRIAN FISMAN ADISAPUTRA, MM. (Penggiat Budaya & Ketua Yayasan LISEQ Bakti Budaya) Ada paradoks besar dalam cara Indonesia memandang lingkungan. Di satu sisi, negara menggelontorkan anggaran triliunan rupiah untuk rehabilitasi hutan, restorasi ekosistem, mitigasi perubahan iklim, hingga pembangunan rendah karbon. Berbagai regulasi lahir dengan semangat melindungi lingkungan hidup. Namun, di sisi lain, deforestasi, banjir, tanah … Read more

Elaborasi Ketimpangan Ekonomi, Rente Ekstraktif, dan Oligarki Politik di Indonesia

Desy Marianda Arwinda, S.Pd., ( Founder Catch Climate Up dan Delegasi Republik Indonesia di COP29 UNFCCC, Baku, Azerbaijan) Paradoks pembangunan ekonomi di Indonesia kian hari kian menunjukkan polarisasi yang mengkhawatirkan. Disatu sisi, indikator makroekonomi sering kali diagungkan sebagai potret keberhasilan pertumbuhan nasional. Namun, disisi lain, jika tabir angka agregat tersebut dibuka, akan tampak jurang pemisah yang … Read more