Menakar Titik Temu Pengelolaan Hutan, Tambang, dan Kesehatan di Bumi Nyiur Melambai

Asep Rahman, SKM., M.Kes. (Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi) Hutan bukan sekadar hamparan pohon yang terhampar luas dari puncak gunung hingga batas pesisir. Bagi seorang saya, seorang akademisi di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi sekaligus praktisi sosial di Yayasan Bina Lentera Insan, saya sangat percaya hutan sebagai sebuah sistem penopang kehidupan yang … Read more

Pasang ri Kajang sebagai Tafsir Lokal atas Konsep Khalifah fil Ardh

Desty Putri Hanifah, M. Pd. (Universitas Sains Al-Quran) Data Kementerian Kehutanan mencatat deforestasi netto Indonesia pada 2024 mencapai 175,4 ribu hektare, hasil dari deforestasi bruto 216,2 ribu hektare dikurangi reforestasi seluas 40,8 ribu hectare (Kementerian Kehutanan RI, 2025). Angka itu bahkan dianggap terlalu optimistis oleh lembaga pemantau independen Auriga Nusantara, yang mencatat kehilangan hutan sebesar … Read more

Harmoni Kosmis Ammatoa Kajang: Episentrum Ekowisata Regeneratif dan Konservasi Berbasis Adat

Madyaningrum – Mahasiswa Kajian Pariwisata UGM Sebagai penggiat konservasi dan praktisi pariwisata yang fokus pada kelestarian ekosistem demi tercapainya sustainable tourism, melihat praktik hidup suku Ammatoa Kajang di Bulukumba, Sulawesi Selatan, memberi pencerahan yang mendasar. Pengakuan Washington Post sebagai salah satu penjaga hutan tropis terbaik di dunia bukan isapan jempol belaka. Suku Kajang tetap teguh … Read more

Menyelimut Bumi, Memitigasi Krisis: Refleksi Kepariwisataan dari Jantung Adat Kajang

Fadjar Hutomo – Kementerian Pariwisata Saat ini, Pemerintah Indonesia tengah meneguhkan komitmen besar untuk mereformasi wajah kepariwisataan nasional. Arah kebijakan kini bergeser secara fundamental: dari pariwisata yang sekadar mengejar angka kunjungan (mass tourism) menuju model pariwisata yang jauh lebih berkualitas dan berkelanjutan, yang berpijak kokoh pada prinsip Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan (Sustainable Tourism Development). Langkah strategis … Read more

Refleksi Akademis atas Hutan Adat Ammatoa Kajang: Mengintegrasikan Sains Agriculture dan Spiritualitas Ekologi (Eco-spirituality)

Ir. Dimas B. Zahrosa, SP. MP. (Dosen Fakultas Pertanian Universitas Jember) Sebagai seorang dosen di Fakultas Pertanian, saya sering kali mendapati bahwa kurikulum akademik kita terlalu berfokus pada pendekatan agroindustri modern seperti hilirisasi produk, intensifikasi lahan, dan penggunaan input kimia yang terkadang mengorbankan kelestarian ekosistem jangka panjang. Materi mengenai Praktek Pengelolaan Hutan Adat Ammatoa Kajang … Read more

Pasang Ri Kajang dari Masyarakat Adat Ammatoa Kajang (Bulukumba, Sulawesi Selatan): Refleksi atas Kepemimpinan Lingkungan di Tengah Krisis Peradaban Modern

Adiyono M.,ST., M.M, M.H. (PT. SHA SOLO Kalsel-Teng /Praktisi Human Capital, Legal, Tax, Corporate Governance, dan Sustainability) Belajar dari sistem pengetahuan masyarakat adat tentang relasi manusia, alam, dan kepemimpinan keberlanjutan “Peradaban tidak runtuh ketika manusia kehilangan sumber daya alam. Peradaban mulai runtuh ketika manusia kehilangan kebijaksanaan untuk membatasi dirinya dalam memanfaatkan alam.” Mengapa Pasang Ri … Read more

MENCERMATI DINAMIKA PENGELOLAAN HUTAN ADAT AMMATOA KAJANG DI TENGAH PERKEMBANGAN MODERNISASI

Djoko Soejono, SP, MP. (Dosen Program Studi Agribisnis Universitas Jember) Bagi Indoensia, keberadaan hutan adat bermakna lebih luas artinya tidak hanya sekedar sebuah kawasan hutan. Masyarakat lokal yang terikat kuat dengan hukum adat selain berfungsi secara ekologis, sosial ekonomi, budaya, juga dari aspek spiritual. Bagi masyarakat lokal, hutan sebagai sumber kehidupan, terutama kebutuhan akan sumber … Read more

MENYELIMUTI BUMI DARI KRISIS IKLIM: SINTESIS EKSISTENSIAL HUKUM ADAT AMMATOA KAJANG DAN DISKURSUS EKOSENTRISME MODERN

Sasmita Sari SP.MP. (Dosen Fakultas Pertanian UNARS Situbondo) Di tengah perburuan krisis iklim yang semakin mengkhawatirkan, para akademisi modern mulai menyadari bahwa pendekatan mengelola lingkungan yang hanya mengandalkan teknologi dan berpandangan manusia pusat yang menganggap alam hanya berdasarkan manfaat ekonominyasudah tidak lagi efektif. Konsep sosiologi lingkungan modern yang dikemukakan oleh para ahli seperti Arne Naess … Read more

Praktek pengelolaan hutan adat oleh Masyarakat Adat Ammatoa Kajang di KabupatenBulukumba merupakan perwujudan nyata dari konsep “Deep Ecology”

M. Ibnu Akbar. S.E.,MM. (Yayasan Konservasi Gayo Hijau Lestari) Di tengah krisis kerusakan hutan tropis Indonesia yang terus berlangsung, Wilayah Adat Ammatoa Kajang seluas 22.592 hektare di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, berdiri sebagai salah satu bukti nyata bagaimana kearifan lokal dapat menjaga ekosistem selama ratusan tahun. Masyarakat ini memiliki tradisi yang kaya dan pendekatan yang … Read more

Mengapa ilmuwan perlu belajar dari masyarakat adat? Refleksi dari Suku Kajang

Fuad Hilmi Sudasman, S.KM., M.K.M (Pengajar Kesehatan Lingkungan di Universitas Negeri Manado) Sebagai seorang yang mengajar terkait kesehatan lingkungan, saya terbiasa berbicara tentang kualitas air, analisis risiko kesehatan lingkungan, pemetaan spasial, hingga paparan logam berat. Dalam penelitian, kami mengukur, memodelkan, dan memprediksi risiko. Berbagai instrumen ilmiah digunakan untuk menjelaskan hubungan antara aktivitas manusia dan degradasi … Read more