MENYELIMUTI BUMI DARI KRISIS IKLIM: SINTESIS EKSISTENSIAL HUKUM ADAT AMMATOA KAJANG DAN DISKURSUS EKOSENTRISME MODERN

Sasmita Sari SP.MP. (Dosen Fakultas Pertanian UNARS Situbondo) Di tengah perburuan krisis iklim yang semakin mengkhawatirkan, para akademisi modern mulai menyadari bahwa pendekatan mengelola lingkungan yang hanya mengandalkan teknologi dan berpandangan manusia pusat yang menganggap alam hanya berdasarkan manfaat ekonominyasudah tidak lagi efektif. Konsep sosiologi lingkungan modern yang dikemukakan oleh para ahli seperti Arne Naess … Read more

Praktek pengelolaan hutan adat oleh Masyarakat Adat Ammatoa Kajang di KabupatenBulukumba merupakan perwujudan nyata dari konsep “Deep Ecology”

M. Ibnu Akbar. S.E.,MM. (Yayasan Konservasi Gayo Hijau Lestari) Di tengah krisis kerusakan hutan tropis Indonesia yang terus berlangsung, Wilayah Adat Ammatoa Kajang seluas 22.592 hektare di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, berdiri sebagai salah satu bukti nyata bagaimana kearifan lokal dapat menjaga ekosistem selama ratusan tahun. Masyarakat ini memiliki tradisi yang kaya dan pendekatan yang … Read more

Mengapa ilmuwan perlu belajar dari masyarakat adat? Refleksi dari Suku Kajang

Fuad Hilmi Sudasman, S.KM., M.K.M (Pengajar Kesehatan Lingkungan di Universitas Negeri Manado) Sebagai seorang yang mengajar terkait kesehatan lingkungan, saya terbiasa berbicara tentang kualitas air, analisis risiko kesehatan lingkungan, pemetaan spasial, hingga paparan logam berat. Dalam penelitian, kami mengukur, memodelkan, dan memprediksi risiko. Berbagai instrumen ilmiah digunakan untuk menjelaskan hubungan antara aktivitas manusia dan degradasi … Read more

Mendengar Suara dari Ladang Singkong: Mengapa Komunikasi Lebih Penting daripada Regulasi Kaku

Faris Al Fakhoor, S.Sos., M.I.Kom. (Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Kotabumi & Peneliti Rantai Komunikasi Pertanian) Sebagai seseorang yang tumbuh dan mengakar di bumi Kotabumi, Lampung Utara, ladang ubi kayu (singkong) bukan sekadar hamparan tanaman hijau di mata saya. Ia adalah urat nadi kehidupan, tempat di mana harapan para petani digantungkan setiap musimnya. Namun belakangan … Read more

Hutan Kajang, Negara, dan Kesombongan Modernitas

TRIAN FISMAN ADISAPUTRA, MM. (Penggiat Budaya & Ketua Yayasan LISEQ Bakti Budaya) Ada paradoks besar dalam cara Indonesia memandang lingkungan. Di satu sisi, negara menggelontorkan anggaran triliunan rupiah untuk rehabilitasi hutan, restorasi ekosistem, mitigasi perubahan iklim, hingga pembangunan rendah karbon. Berbagai regulasi lahir dengan semangat melindungi lingkungan hidup. Namun, di sisi lain, deforestasi, banjir, tanah … Read more

Pancasila, Degradasi Lingkungan dan Paradigma Alternatif

Ir. Mohammad Muttaqin Azikin, S.T., IPM (* Pemerhati Tata Ruang dan Lingkungan Hidup pada Ma’REFAT INSTITUTE (Makassar Research for Advance Transformation) Sulawesi Selatan serta Pembelajar Pengelolaan Lingkungan Hidup (PLH) di Sekolah Pascasarjana UNHAS Makassar) Pada setiap awal bulan Juni, kita memiliki dua momentum yang sangat penting. Yakni, Hari lahirnya Pancasila pada tanggal 1 Juni serta … Read more

Elaborasi Ketimpangan Ekonomi, Rente Ekstraktif, dan Oligarki Politik di Indonesia

Desy Marianda Arwinda, S.Pd., ( Founder Catch Climate Up dan Delegasi Republik Indonesia di COP29 UNFCCC, Baku, Azerbaijan) Paradoks pembangunan ekonomi di Indonesia kian hari kian menunjukkan polarisasi yang mengkhawatirkan. Disatu sisi, indikator makroekonomi sering kali diagungkan sebagai potret keberhasilan pertumbuhan nasional. Namun, disisi lain, jika tabir angka agregat tersebut dibuka, akan tampak jurang pemisah yang … Read more

Kerusakan Lingkungan dan Spirit Kebangkitan Nasional

Ir. Mohammad Muttaqin Azikin, S.T., IPM. (Pemerhati Tata Ruang dan Lingkungan pada Ma’REFAT INSTITUTE Sulawesi Selatan serta Pembelajar Pengelolaan Lingkungan Hidup (PLH) di Sekolah Pascasarjana UNHAS Makassar). Beberapa tahun terakhir, Indonesia  terus dilanda berbagai bencana. Data dari Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPNB) menunjukkan tren peningkatan kejadian bencana alam. Sepanjang tahun 2024, ada 2107 kejadian bencana. … Read more

Menatap Papua, Meratap Luka: Refleksi Atas Film “Pesta Babi” dan Dekadensi Demokrasi di Indonesia Lewat Sudut Pandang Ekologi Manusia

Algonz Dimas B. Raharja, M.Sc. (Pascasarjana Departemen Ilmu Lingkungan, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta) “On the other hand, however, Indonesian democracy has ‘and underside’. The bureaucracy and political system remain haunted by endemic corruption. Disconcertingly, corruption even reaches into the anti-corruption institutions themselves. The rule of law is controlled by and oligarchic elite, and the political … Read more

Refleksi 28 tahun Reformasi; Runtuhnya Moral Aktifis Dalam Pusaran Kekuasaan

Muchamad Yuliyanto, S.Sos., M.Si. ( FISIP Undip Semarang, Pemerhati dan Peneliti Dinamika Sosial Politik, Demokrasi dan Pembangunan Daerah di Jawa Tengah. Aktifis Mahasiswa era 1990-an ) “Dulu kau lantang meneriakkan moralitas anti KKN di jalanan, kini saat kau duduk di kursi kekuasaan, kemanakah etika moralmu itu?”                   Penangkapan Wamenaker Emmanuel Ebennezer (Noel) dalam  OTT KPK … Read more