Konstitusi yang Haus: Ketika Degradasi Lingkungan Menggerus Rule of Law dan Demokrasi 

Desi Arisanti, S.H., M.H. (akademisi hukum dan perantau dari Tana Ugi’ yang kini menetap di Kutai Kartanegara)         Melihat judul  Dari Degradasi Lingkungan ke Disrupsi Ekonomi: Risiko Sistemik bagi Demokrasi Indonesia, saya merasa terpanggil untuk merenung. Judul itu saja sudah memaksa kita mengakui bahwa krisis ekologi bukan lagi soal lingkungan, tapi soal nasib demokrasi itu … Read more

Paradoks Batu Bara: Pertumbuhan Ekonomi dan Kerentanan Fiskal Kalimantan Timur

Dr. Listya Endang Artiani, S.E., M.Si. (Dosen dan Peneliti Universitas Islam Indonesia) Kalimantan Timur selama bertahun-tahun dikenal sebagai salah satu pusat industri batu bara terbesar di Indonesia. Kekayaan sumber daya alam tersebut menjadikan daerah ini sebagai penopang penting perekonomian nasional, terutama melalui ekspor energi dan penerimaan negara dari sektor pertambangan. Di tingkat daerah, batu bara … Read more

Akuntabilitas Komunikasi Dalam Manajemen Bencana dan Krisis Lingkungan

Oleh : Muchamad Yuliyanto, S.Sos., M.Si. (FISIP Undip Semarang, Pemerhati dan Peneliti Dinamika Sosial Politik, Demokrasi dan Pembangunan Daerah di Wilayah Jawa Tengah) Sejak awal  2026 beberapa wilayah Indonesia  dilanda  banjir bandang seperti  Sumatra Barat, Sumut dan Aceh kemudian Sulawes Utara, Bali, Jatim, Jakarta, Bekasi, Cilacap, Pantura Jateng hingga Papua juga mengalami bencana lain yakni; banjir … Read more

Restorasi Mangrove Parigi Moutong: Benteng Terakhir Ekologis Teluk Tomini

Oleh: Ahmad Rifangi, S.Pd (Pegiat Lingkungan Hutan Mangrove) Teluk Tomini, dengan segala kemegahan bawah air dan posisinya sebagai salah satu teluk terbesar di garis khatulistiwa, sedang menghadapi ujian zaman yang tidak ringan. Di tengah ancaman krisis iklim global, kenaikan permukaan air laut, dan degradasi lingkungan akibat aktivitas manusia, wilayah pesisir Parigi Moutong kini berdiri di … Read more

Ekoteologi dari Pesisir: Mengapa Kerusakan Morowali Adalah Krisis Spiritual Kita

Oleh: Syahril Rahman, S.Kom.I., M.Ag., C.RP (Direktur KALAM kajian Literasi dan Agama Modern) Pagi di pesisir Sulawesi Tengah kini tak lagi selalu membawa aroma payau yang segar, melainkan debu kemerahan yang menempel di jendela-jendela rumah warga. Morowali, yang dahulu adalah simfoni hijau hutan hujan dan biru kristal lautan, kini perlahan berubah menjadi altar persembahan bagi … Read more

Otoritarianisme Adaptif dan Suara Sipil: Membaca Lanskap Kontemporer Timur Tengah

Oleh Desy Marianda Arwinda, S.Pd., (Founder Catch Climate Up dan Delegasi Republik Indonesia di COP29 UNFCCC, Baku, Azerbaijan) The world is not divided between East and West. You are American, I am Iranian, we don’t know each other, but we talk and we understand each other perfectly. The difference between you and your government is … Read more

TANA’ ETAM DAN NALAR ADAT: REKONSTRUKSI KONSTITUSIONALISME EKOLOGIS DARI YUPA UNTUK IKN

Membaca 1600 Tahun Jejak Hukum Kutai Martadipura dalam Rangka Membangun Ibu Kota Nusantara. Oleh : Desi Arisanti, S.H., M.H.      Sebagai akademisi hukum dan perantau dari Tana Ugi’ yang kini menetap di *Kutai Kartanegara*, saya memandang pemindahan Ibu Kota Nusantara bukan sekadar proyek administratif, melainkan momentum konstitusional untuk menguji konsistensi negara dalam mewujudkan Green Constitutionalism. … Read more

Urgensi Islam Transformatif – Inklusif Dalam Bingkai Keindonesiaan

Oleh : Muchamad Yuliyanto,S.Sos,M.Si (FISIP Universitas Diponegoro Semarang)             Mendiskursuskan dinamika sosial agama dan negara selalu menarik perhatian publik. Apalagi ketika pembahasan tidak luput menengok perjalanan sejarah suatu negara, seperti halnya Indonesia saat ini. Kita amat beruntung sebagai bangsa conditio sine quanon alias mendapatkan  takdir Tuhan dalam wujud kehidupan masyarakat maupun berbangsa yang  majemuk (plural … Read more

Rekonstruksi Paradigma Hukum Hijau: Transformasi Konstitusionalisme Ekologis dalam Pengelolaan Wilayah Kepulauan

Oleh : Muhammad Syaiful Anwar, S.H., LL.M (Dosen FH Universitas Bangka Belitung) Indonesia secara teoretis telah memancangkan diri sebagai negara yang menganut prinsip Green Constitution. Hal ini ditegaskan dalam Pasal 28H ayat (1) UUD NRI 1945 yang menjamin hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat sebagai hak asasi manusia yang tak tergerus. Namun, dalam … Read more

Titik Nadir Hutan Kita: Menguji Komitmen Global di Atas Tanah Adat Kalimantan Tengah

Oleh : Desy Marianda Arwinda, S.Pd. (Founder Catch Climate Up dan Delegasi Republik Indonesia di COP29 UNFCCC, Baku, Azerbaijan) Meskipun ada perjanjian internasional seperti Declaration of Glasgow Leaders’ on Forests and Land Use, kondisi hutan di seluruh dunia masih berada di bawah tekanan yang signifikan. Jutaan hektar hutan primer tropis akan hilang di seluruh dunia … Read more